Selasa, 11 Mei 2010

Mitos-mitos Salah Seputar Kesehatan



Mitos-mitos Salah Seputar Kesehatan oleh Domuara Damianus Ambarita, jurnalis pada Persda Network (Kelompok Koran Daerah KOMPAS GRAMEDIA)

1. Olesi Pasta Gigi pada Luka Bakar

Selama ini ada mitos, kalau terkena luka knalpot, atau kena penggorengan, segera olesi dengan pasata gigi, atau sabun krim. Harapannya untuk mendinginkan dan meredam panas. Atau disirami air es.

Mitos ini salah, sebab justru membuat luka makin panas di dalam, dan pori-pori tertutup. Solusi yang betul adalah, sirami luka bakar (luka bakar ringan) dengan air dingin, seperti dari keran. Pastikan air bersih. Jangan sesekali menggunakan air es, atau alkohol, sebab akan merusak atau mematirasakan sel-sel kulit.
Setelah langkah pendinginan sektiar 5-10 menit, boleh diolesi salep Dermazin, atau Bioplacenton.

2. Minumkan Susu Kental ke Korban Tersengat listrik

Ada mitos, korban kebakaran/tersetrum listrik diberikan minum susu kental dengan asumsi untuk membuang arus listrik di dalam tubuh korban.

Anggapan ini salah, sebab susu merupakan cairan, dan sebagai mana kita tahu, cairan atau benda cair adalah penghantar listrik yang baik. Jadi sebaiknya jauhkan makanan dan minuman.

Perlu diingat, jika ada korban kesetrum, solusinya adalah jangan buru-buru menyentuh korban. Pastikan arus listrik sudah terputus dan tidak mengalir ke tubuh korban, kalau tidak yakin aliran listik sudah padam/terputus, gunakan kayu keting atau bahan sejenis yang tidak menghantar listrik.

3. Anak Step Dikompres Air Es/Alkohol

Demam kejang atau sering disebut step, dikagetkan atau disembuhkan dengan mencelupkan anak ke air dingin, atau menyiramkan air es ke tubuhnya, atau mengompres dengan air dingin, atau alkohon.

Anggapan itu salah. Anak step karena listrik dalam otak ‘korsleting’ akibat panas tinggi, bisa 40- 42 derajat. Soal panas, terganatung kondisi anak, ada juga pada panas 39 derajat sudah step. Ini sering bila anak kejang berulang.

Cara mengatasi yang betul adalah, menurunkan suhu tubuh. Caranya membantu dengan memberi obat penurun panas, lalu dikompres pada ketika-badan-kepala dengan air hangat/suam-suam kuku. Obat penurun panas ada oral maupun dari dubur, stesolit bila sudah kejang. Dan untuk mengantisipasi (misalnya suhu tubuh mulai naik ke posisi 39 derajat, boleh diberikan proris rudal (juga dari dubur/anus). Sekali lagi bukan dengan mengompres menggunakan air dingin.

4. Menelantangkan Anak Tersedak

Seorang anak/orang dewasa tersedak, katakan menelan biji bakso, bisa berakibat fatal. Saluran pernapasan tersumbat. Mengatasinya, sering dilakukan dengan menelantangkan-lurus korban, lalu memukul-mukul/menekan perut agar makan keluar.

Mitos ini berbahaya, kalau si anak muntah, maka muntahan sangat rentan masuk ke saluran pernapasan dan masuk paru-paru. Akibatnya bisa lebih parah. Cara terbaik adalah membaringkan si kecil dengan posisi miring, atua bahkan semi menekuk, mengangkat si anak ke pangkuan ibu/bapak (pada posisi jongkok) dengan posisi perut anak kena paha dekat lutut (bapak-ibu) lalu kepala anak di bawah.

0 komentar:

Posting Komentar

Previous Post Next Post Back to Top

04


aprilia

MAXIADH 04